Biaya Sertifikasi CPKB Golongan A BPOM Terbaru – Mengetahui biaya Sertifikasi CPKB Golongan A BPOM merupakan salah satu hal penting sebelum mendirikan industri kosmetik. Selain mempersiapkan fasilitas produksi, sumber daya manusia, dan dokumen sistem mutu, pelaku usaha juga perlu memperhitungkan biaya resmi yang dikenakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Biaya tersebut merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dibayarkan kepada negara dalam proses pengajuan Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Besarnya tarif berbeda-beda sesuai dengan skala industri berdasarkan nilai aset perusahaan (tidak termasuk tanah dan bangunan).
Pada artikel ini, PERMATAMAS akan membahas rincian biaya sertifikasi CPKB Golongan A, faktor yang memengaruhi biaya, serta biaya lain yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan sertifikasi.
Apa Itu Sertifikat CPKB Golongan A?
Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) Golongan A merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh BPOM kepada industri kosmetik yang telah memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik sesuai ketentuan yang berlaku.
Sertifikat ini menjadi bukti bahwa proses produksi kosmetik telah memenuhi standar mutu, keamanan, kebersihan, dan dokumentasi sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten.
Dasar Penetapan Biaya Sertifikasi CPKB
Tarif Sertifikasi CPKB merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditetapkan pemerintah. Besaran biaya dibedakan berdasarkan kategori industri yang dihitung dari nilai aset perusahaan, tidak termasuk nilai tanah dan bangunan.
Selain biaya sertifikasi, pelaku usaha juga perlu memperhitungkan biaya persiapan sarana produksi, penyusunan dokumen, serta implementasi sistem mutu sebelum pengajuan dilakukan.
Biaya Permohonan Baru Sertifikat CPKB Golongan A
Berikut tarif resmi PNBP untuk permohonan baru Sertifikat CPKB Golongan A per sertifikat dan per bentuk sediaan.
| Kategori Industri | Nilai Aset Perusahaan | Biaya PNBP |
|---|---|---|
| Industri Besar | Lebih dari Rp10 miliar | Rp10.000.000 |
| Industri Menengah | Rp500 juta sampai Rp10 miliar | Rp5.000.000 |
| Industri Kecil dan Mikro | Kurang dari Rp500 juta | Rp1.000.000 |
Besaran biaya tersebut merupakan biaya administrasi sertifikasi yang dibayarkan kepada BPOM dan belum termasuk biaya persiapan internal perusahaan.
Biaya Perpanjangan Sertifikat CPKB
Sertifikat CPKB memiliki masa berlaku sesuai ketentuan yang berlaku sehingga perusahaan perlu melakukan perpanjangan sebelum masa berlaku berakhir.
Rincian biaya perpanjangan meliputi:
| Kategori Industri | Biaya Perpanjangan |
|---|---|
| Industri Besar | Rp5.000.000 |
| Industri Menengah | Rp3.000.000 |
| Industri Kecil dan Mikro | Rp5.000.000 |
Perusahaan disarankan mengajukan perpanjangan sebelum masa berlaku habis agar kegiatan produksi tetap berjalan tanpa kendala administratif.

Biaya Persetujuan Denah Bangunan
Sebelum mengajukan Sertifikat CPKB Golongan A, perusahaan biasanya harus memperoleh persetujuan terhadap denah bangunan atau fasilitas produksi sesuai ketentuan BPOM.
Biaya PNBP untuk layanan ini meliputi:
- Permohonan persetujuan denah bangunan baru: Rp500.000
- Permohonan perubahan denah bangunan: Rp250.000
Persetujuan denah bertujuan memastikan tata letak fasilitas produksi telah memenuhi prinsip Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik.
Apakah Ada Biaya Lain Selain PNBP?
Selain biaya resmi yang dibayarkan kepada BPOM, perusahaan umumnya perlu menyiapkan anggaran untuk berbagai kebutuhan lain, antara lain:
- Pembangunan atau renovasi fasilitas produksi.
- Pengadaan mesin dan peralatan produksi.
- Pengadaan peralatan laboratorium.
- Penyusunan dokumen sistem mutu CPKB.
- Pelatihan karyawan.
- Kalibrasi peralatan.
- Validasi proses produksi.
- Konsultasi atau pendampingan sertifikasi apabila diperlukan.
Besarnya biaya tersebut berbeda-beda tergantung kondisi dan kesiapan masing-masing perusahaan.
Faktor yang Mempengaruhi Total Biaya Sertifikasi
Total investasi untuk memperoleh Sertifikat CPKB tidak hanya bergantung pada tarif PNBP, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
- Skala industri.
- Luas fasilitas produksi.
- Jumlah ruang produksi.
- Jenis kosmetik yang diproduksi.
- Kelengkapan laboratorium.
- Jumlah personel.
- Kondisi bangunan yang sudah ada.
- Kesiapan sistem manajemen mutu.
Semakin siap perusahaan sejak awal, semakin kecil potensi biaya tambahan akibat revisi atau perbaikan.
Cara Menghemat Biaya Pengurusan CPKB
Beberapa langkah berikut dapat membantu perusahaan mengoptimalkan biaya sertifikasi:
- Menyusun perencanaan fasilitas sejak awal.
- Menggunakan layout bangunan yang sesuai standar BPOM.
- Menyiapkan seluruh dokumen sebelum pengajuan.
- Melatih personel mengenai penerapan CPKB.
- Melakukan audit internal sebelum inspeksi BPOM.
- Memastikan seluruh SOP telah diterapkan secara konsisten.
Dengan persiapan yang baik, perusahaan dapat menghindari biaya tambahan akibat perbaikan berulang.
Konsultasikan Pengurusan Sertifikat CPKB Golongan A Bersama PERMATAMAS
Mengurus Sertifikat CPKB Golongan A bukan hanya membayar biaya PNBP kepada BPOM. Perusahaan juga harus memastikan fasilitas produksi, sistem mutu, dokumen, serta sumber daya manusia telah memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku. Tanpa persiapan yang matang, proses sertifikasi dapat memerlukan waktu lebih lama dan menimbulkan biaya tambahan.
PERMATAMAS siap menjadi mitra terpercaya dalam pengurusan Sertifikat CPKB Golongan A BPOM. Kami memberikan layanan mulai dari konsultasi awal, analisis kesiapan perusahaan, penyusunan dokumen sistem mutu, penyusunan SOP, pendampingan implementasi CPKB, simulasi audit, hingga pendampingan selama proses evaluasi dan inspeksi oleh BPOM.
Dengan pengalaman dalam pendampingan perizinan industri kosmetik, PERMATAMAS membantu perusahaan memperoleh Sertifikat CPKB Golongan A secara lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan regulasi BPOM yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555